Spirit of Life


  • Produk SMART Telecom

Bisnis Hosting

Posted by kumpay on Februari 4th, 2010

Sudah jadi kebutuhan primer bagi para pebisnis online untuk memiliki
hosting. So, menjalankan bisnis hosting adalah ide yang sangat brilian
dalam mengembangkan sayap bisnis.

Tapi bisnis hosting bukanlah hal mudah bagi pemula. Butuh keahlian terutama soal penanganan server dan keamanannya.

Jika anda ingin mencoba bisnis… hosting ini, solusinya adalah dengan
menjadi affiliasi produk hosting terkemuka. Nah, silahkan baca lebih
lengkap soal bisnis ini di Bisnis Hosting Untung Gede Modal Dikit. Mudah-mudahan bermanfaat

PS: Modal awal cuma $20 dan dicicil dalam 3 bulan:

Bulan 1 ==> GRATIS

Bulan 2 ==> $9,95

Bulan 3 ==> $9,95

Mantap kan? Yuk ke TKP ===> Bisnis Hosting Untung Gede Modal Dikit

jangan lupa gabung diforum diskusi Bisnis Hosting disana akan mendapatkan tips dan trik memulai bisnis hosting

Posted in my zone | No Comments »

Soccer World Cup and MANDELA

Posted by kumpay on Januari 23rd, 2010

Soccer World Cup 2010

Danny Jordaan, you made us very proud. I wish I could describe the feeling of warmth, joy and pride that I had and still have in Afrikaans, my language, when they announced South Africa as the successful bidder of the 2010 Soccer World Cup. I believe that God is on our side as South Africans. You did a great job and I know that you still have sleepless nights but see every difficulty as a challenge to prove to the world that we have arrived big time. When I saw on the news that the Nelson Mandela Bay Stadium is almost ready, it was the confirmation that everything is on track.

You deserve an one year paid holiday after the world cup. I will have to speak to the next president of the country, Reverend Kenneth Meshoe, to see to it.

Bafana Bafana, now it is your time to shine. You showed us in 1996 that you are a force to recon with. Okay, there was a long and very worrying slump but you have restored our hope. Just play it game by game and put South Africa first. Well Rev Meshoe can’t give you a years holiday when you win because the Premier Soccer League and FIFA will fight him tooth and nail, but I know that you will receive very big bonuses.

No pressure? Yes no pressure, cannot help to dream. Just go out there and make us proud.

With the Confederations Cup coming up in a few months, you have the chance to play against the big guns of soccer. Use your opportunity well.

Read More

Posted in Berita | No Comments »

Jual Sabun Herbal dan Sari Kurma

Posted by kumpay on Januari 23rd, 2010

Sabun Kulit Herbal Price: Rp14000 Sabun kulit herbal adalah sabun dengan ramuan khusus untuk memberantas segala penyakit kulit tanpa menimbulkan efek samping karena kandungannya yang alami Khasiat: menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit antara lain: alergi,kutu air,kurap,kudis,eksim,kulit kering,kaki pecah-pecah, serta manfaat lainnya.

Sabun Wanita Herbal Sabun yang diramu khusus untuk mengatasi segala macam permasalahan wanita khususnya yang berkaitan dengan permasalahan alat reproduksi

SAHARA Sari Kurma Price:Rp 16500 Terbukti, Sari Kurma SAHARA terbaik dikelasnya:

Rasa dan aroma yang enak,digemari segala usia terbuat dari kurma pilihan berkualitas tekstur yang halus dan lembut kualitas stabil dan terjaga terbukti tanpa bahan pengawet

Khasiat-khasiat penting dari Sari Kurma Sahara: meningkatkan stamina. sangat baik untuk wanita hamil,melahirkan, dan menyusui. membantu proses pemulihan demam berdarah mencegah penyakit hati (lever) mengatasi sembelit menambah nafsu makan mencegah stroke menurunkan demam

Read More

Posted in my zone | No Comments »

Latah

Posted by kumpay on Januari 10th, 2010

Kawan-kawan pasti pernah dong bergaul sama orang yang latah. Seenggaknya, minimal kawan-kawan pernah melihat tingkah polah orang yang latah. Apalagi sekarang banyak banget artis-artis yang “mengeksploitasi” kelatahan mereka di layar kaca. Kawan-kawan tau sendirilah gimana kocaknya aksi spontan mereka.

Orang yang latah memang cenderung untuk melakuan sesuatu dengan spontan pada saat dia terkejut atau dikejutkan oleh orang lain. Reaksi spontan tadi bisa berupa pengulangan kata-kata yang ditujukan kepadanya ketika dikejutkan, atau malah mengucapkan kata-kata vulgar yang gak senonoh. Yang lebih parah lagi, ada orang latah yang akan melakukan perintah orang yang mengejutkannya secara spontan. Gawat banget kan? Gimana kalo dia disuruh nyemplung ke empang… kan berabe urusannya.

Makanya, ga heran kalo orang-orang yang latah pasti selalu jadi objek kejahilan dan keisengan orang lain. Karena emang, mengerjai orang yang latah dan melihat reaksi spontannya itu emang menyenangkan. Walaupun sebenernya kasian juga sih orang yang latah itu. Siapa sih yang nggak capek dijailin melulu? Tapi ternyata banyak juga orang latah yang cuek, malah memelihara kelatahannya demi mengejar keuntungan tertentu, baik itu berupa materi, ataupun eksistensi di tengah masyarakat.

Kata latah itu sendiri nggak hanya dipahami sebagai sebuah reaksi spontan atas suatu keterkejutan, tapi bisa juga dipahami sebagai perbuatan meniru-niru orang lain tanpa pikir panjang, atau tanpa mengerti secara mendalam apa sebenarnya yang dia tiru. Dalam psikologi perkembangan atau human behavior, hal ini dikenal dengan teori imitasi dan model peran (role model). Menurut teori tersebut, setiap anak-anak pasti mengalami tahapan tersebut dalam perkembagannya menuju kedewasaaan. Hal ini karena anak-anak belum sempurna daya pikirnya, sehingga anak-anak akan cenderung untuk melakukan imitasi atau peniruan terhadap orang yang lebih tua agar dia bisa diakui (biar eksis gitu) dan mendapat perhatian lebih dari lingkungannya. Hal-hal yang ditiru oleh anak-anak itu pastinya banyak dan bermacam-macam, mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, hobi, minat, hingga perilakunya itu sendiri.

Tapi ternyata aksi imitasi tesebut nggak cuma dilakukan oleh anak-anak. Orang yang sudah beranjak dewasa pun banyak juga yang masih melakukan imitasi seperti anak-anak. Hal ini jelas nggak wajar, soalnya, orang dewasa termasuk remaja (remaja juga termasuk orang dewasa loh) sudah mempunyai daya pikir atau akal yang sempurna dan normal. Sehingga, seharusnya orang dewasa bisa memilah dan memilih, apa saja yang boleh dan baik untuk dia tiru. Nggak seperti anak-anak, yang belum sepenuhnya sempurna akalnya, otomatis anak-anak nggak begitu paham konsep benar dan salah, sehingga anak-anak cenderung untuk meniru apa saja yang dianggapnya keren, tanpa peduli yang dia tiru itu benar atau salah. Nah, fenomena ikut-ikutan seperti ini juga disebut sebagai latah.

Aksi latah ini bisa dilihat pada momen tahun baru. Berbagai kalangan, terutama remaja larut dalam hiruk pikuk tahun baruan, tanpa tahu ada apa dibalik perayaan tahun baru, dan tanpa peduli akan halal dan haram. Padahal, sebagai seorang muslim yang udah dewasa, ia dikenai taklif (beban) untuk selalu terikat dengan aturan Islam dalam setiap perbuatannya.

Kalau kita perhatikan, hampir semua kegiatan tahun baruan penuh dengan agenda-agenda yang miskin manfaat, malah lebih banyak maksiat. Mulai dari ikhtilath (campur baur nggak jelas antara laki-laki dan perempuan bukan mahram), pacaran sambil berduaan (masa’ pacaran sendirian), pawai-pawai gak jelas, bahkan mabok-mabokan sampai mabok beneran. Apalagi kalau kita cari tahu sejarah perayaan tahun baru yang notabene berasal dari budaya di luar Islam akan makin keliatan bahwa Tahuan Baruan itu penuh dengan kemaksiatan. Sebagian besar orang Kristen memasukkan perayaan tahun baru sebagai tradisi keagamaan berdampingan dengan hari natal. Makanya ada ucapan merry christmass and happy new year. Berbeda dengan orang-orang di Cina, mereka merayakan tahun baru sambil mengharap keberkahan dari dewa mereka. Mereka juga menyalakan petasan dan kembang api untuk mengusir setan. Begitu pula orang-orang Eropa pada zaman kegelapan (dark ages) saling memberi hadiah dalam perayaan tahun baru untuk mengusir kesialan. Semua tradisi tahun baruan itu sarat dengan kepercayaan pagan dan tahayul.

Lantas, gimana sikap kita yang seharusnya sebagai seorang muslim? Alloh The Lord Of The Universe berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 72 yang berkaitan dengan sifat-sifat orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh: “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” Sekelompok ulama seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan Ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “az-zuur” di dalam ayat tersebut sebagai hari-hari besar orang kafir. Jadi berdasarkan ayat di atas, seorang muslim nggak boleh berpartisipasi dalam perayaan-perayaan yang nggak pernah diajarkan di dalam Islam. Seorang muslim juga nggak boleh latah meniru-niru budaya yang identik dengan ajaran agama orang kafir, termasuk perayaan tahun baru. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai (tasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan ath-Thabrani).

Orang bilang, menjadi tua itu kepastian tapi menjadi dewasa itu pilihan. Pernyataan itu memang benar. Sebagai muslim yang dewasa kita kudu belajar bertanggung jawab tehadap keyakinan hidup yang telah kita pilih. Jangan latah dan asal-asalan,sebab setiap amal perbuatan kita pasti akan diminta pertanggung jawabannya kelak di pengadilan Tuhan. [Otcho]

Posted in tsaqofah | No Comments »

Hukum mengucapkan selamat pada hari Raya agama Lain dan ikut serta merayakannya

Posted by kumpay on Januari 2nd, 2010

Disampaikan oleh Ust.Yasin Muthoahar, Pimpinan Ponpes Pelajar Al-Abqory, Banten.

Assalamu’alaikum.Warohmatullahi Wabarokatuh.
Kang Ustadz, saya Iman tinggal di Sukabumi, ada hal yang mengganjal dalam benak saya yang mau ditanyakan kepada Kang Ust. Sebentar lagi kita akan menyaksikan perayaan natal dan tahun baru. Banyak umat Islam yang ikut serta dalam perayaan ini dan mengucapkan selamat kepada kaum Kistiani dengan alasan menjaga hubungan,berbuat baik dan bersikap toleran. Sebenarnya bagaimana duduk persoalan dan status masalah ini dalam pandangan Islam

Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabaroikatuh.

Adik Iman yang dimuliakan Allah. Untuk mengetahui duduk persoalan masalah ini dan status hukumnya dalam pandangan Islam,maka terlebih dahulu kita harus memilah hubungan umat Islam dengan non Muslim. Hubungan umat Islam dengan non Muslim tidak akan keluar dari dua wilayah,yaitu wilayah akidah dan wilayah mu’amalah.

Dalam masalah akidah secara tegas Islam mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kompromi dengan non muslim. Umat Islam tidak boleh membenarkan akidah non muslim dan tidak boleh ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan akidah mereka. Imam Ibnu Katsir menuturkan bahwa Kaum Musyrikin Quraisy suatu ketika meminta nabi untuk menyembah berhala mereka satu tahun. Dan mereka pun akan menyembah Allah satu tahun. Berkaitan dengan peristiwa ini turunlah Firman Allah QS. Surat al-Kaafirun ayat 1-6.

Sedangkan dalam masalah muamalah,umat Islam diperintahkan untuk toleran kepada non muslim. Bukan hanya itu, bahkan umat Islam dibenarkan pula berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka. Kita dibenarkan mengadakan kerjasama dengan non muslim dalam hubungan sosial, seperti pinjam meminjam, hutang piutang dll. Dalam hal ini Islam sangat membuka diri dan luwes. Bahkan dalam hukum Islam, kaum kafir dzimmi mendapatkan perlindungan dari pemerintahan Islam dan masyarakatnya. Mereka sama sekali tidak boleh diganggu, kecuali jika mereka mengumumkan perang terhadap umat Islam. Berkaitan denga hal ini Allah berfirman: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)
Pertanyaannya adalah apakah mengucapkan selamat hari raya dan ikut serta merayakannya termasuk ke dalam wilayah akidah atau wilayah muamalah?.

Hari raya dalam agama apapun adalah hal sangat sakral. Hari raya termasuk ke dalam masalah ritual yang tidak bisa dilepaskan dari akidah suatu agama. Contohnya hari raya natal. Natal adalah hari kelahiran Isa al-Masih, yang diyakini oleh kaum Nasrani sebagai anak Tuhan. Sampai di sini kita sebenarnya sudah bisa menyimpulkan duduk persoalan dan status hukum dari masalah yang ditanyakan adik Iman. Yaitu haram hukumnya Umat Islam mengucapkan selamat hari raya kepada non muslim,apalagi ikut serta di dalamnya. Karena mengucapkan selamat hari raya dan ikut serta merayakan sama dengan membenarkan dan mengakui keyakinan selain Islam. Padahal Allah telah menegaskan agama yang benar itu hanyalah Islam saja,tidak yang lain.QS.Ali Imran: 19 &85

Namun untuk lebih memperjelas status keharaman masalah yang ditanyakan adik Iman,berikut ini akan saya paparkan argumen dari Al-Qur’an dan sunnah serta penjelasan beberapa ulama yang menjelaskan keharaman ikut serta dalam ritual agama lain termasuk mengucapkan selamat hari raya kepada mereka.

Pertama, Setiap muslim dilarang menyaksikan kedustaan dan kebatilan. Apalagi ikut serta di dalamnya. Firman Allah “”Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…” (QS Al-Furqan [25] : 72).

Kalimat “laa yasyhaduuna az-zuur” dalam ayat itu menurut Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah “tidak menghadiri kebohongan (az-zuur)”, bukan “tidak memberikan kesaksian palsu”. Sedang kata “az-zuur” itu sendiri oleh sebagian tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah artinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ’An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91-95; M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, Mukhtarat Iqtidha` Shirathal Mustaqim (terj.), hal. 59-60). Jad, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Natal, Waisak, Paskah, Imlek, dan sebagainya.

Kedua, Hari Raya dalam Islam adalah hari yang dimaksudkan untuk bertaqarrub kepada Allah. Segala hal yang berkaitan dengan masalah ibadah sudah ditentukan oleh Allah SWT,termasuk menentukan hari mana saja yang termasuk hari raya. Islam telah menetapkan hari raya itu hanya tiga,tidak lebih,yaitu Jum’at, Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Berkaitan dengan hari Jum’at, Abu Haurairah berkata:
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :إن الجمعة يوم العيد.فلا تجعلوه يوم صيامكم إلا أن تصوموا قبله او بعده
Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda “ Sungguh hari Jum’at itu adalah hari raya. Karena itu janganlah menjadikan hari raya kamu sebagai hari berpuasa,kecuali kamu berpuasa sebelum atau sesudahnya. (HR.Ahmad no 7983).

Berkaitan dengan Iedul Adha dan Iedul Fitri, Anas bin Malik pernah menuturkan :
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ: «مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ
Rasulullah SAW datang ke Madinah. Saat itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang suka dirayakan dengan mengadakan berbagai permainan. Kemudian Rasul berkata: Dua hari apakah ini?. Orang-orang menjawab: Kami di masa Jahilliyah suka bermai-main di dua hari ini. Maka Rasul bersabda: Sungguh Allah telah mengganti dua hari ini dengan yang lebih baik, yaitu hari Adha dan hari Fitri. (HR.Ahmad,Abu Daud,dan al-Hakim.Ia berkata Hadits ini Sahih memenuhi Syarat Bukhari-Muslim.).

Menjelaskan hadits ini Ibnu Taimiyah berkata: Hadits ini menegaskan akan keharaman menyerupai kaum Musyrikin dalam hari raya mereka. Karena Rasul saw tidak membenarkan dua hari raya tersebut,dan tidak membiarkan kaum muslimin saat itu untuk membuat permainan di dalamnya,padahal sudah menjadi tradisi. Justru Rasul bersabda “Aku telah menggantikan”. Kata “menggantikan” mengandung arti keharusan meninggalkan yang diganti,karena antara yang mengganti dan yang diganti tidak akan pernah berkumpul.(Faidhul Qadiir Juz 4.Hal:511).

Ketika Rasulullah di minta untuk menjadikan tanggal 10 Muharrah sebagai hari raya, dan hari yang harus diagungkan,beliau bersabda “Khaaliful Yahuuda”, berbuatlah yang berbeda dengan Yahudi………HR.Abu Daud &Al-Baihaqi

Diriwayatkan dari Abi Musa al-Asy’ari bahwa ketika Kaum Yahudi menjadikan Hari Asyura sebagai hari raya,beliau bersabda “berbedalah dengan mereka”. HR. Ibnu Hibban dalam kitab Sahihnya.

Ketiga,secara umum umat Islam diperintahkan untuk berbeda dengan pemeluk agama lain dalam perkataan,perbuatan, berpakian, dan lain-lain.
غَيِّروا الشَّيْبَ، ولا تَشَبهوا باليَهُودِ والنصَارَى
Diriwayatkan dari Abi Hurairoh Rasulullah bersabda: Ubahlah kumis, jangan menyerpai Yahudi dan Nasrani. (HR.Ahmad,Abu Ya’la,At-Turmudzi dan Ibnu Hibban).

Ibnu Umar pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ. أَحْفُوا الشوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
“Berbedalah dengan kaum Musyrik, Rapihkanlah kumis dan panjangkanlah janggut”. HR. Muslim.

Ibnu Taimiyah berkata: Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah,sunnah Khulafaur Rasyidin dan Konsensus para ulama telah menegaskan keharusan menyalahi kaum Kafir dan ketidakbolehan menyerupai mereka. (Al-Fatawa Juz 25 Hal.327).

Rasul juga pernah bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka. (HR.Ahmad,Abu Daud dan Ibnu Hibban).

Dalam bukunya, Ighaatsatul Lahfaan: Ibnul Qayyim menuturkan: Dilarang menyerupai ahlul kitab dan golongan kafir yang lainnya dalam banyak hal, karena menyerupai dalam prilaku akan menghantarkan pada kesamaan dalam keyakinan

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari Rasulullah bersabda :
لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَال:َ فَمَنْ
Kalian akan mengikuti prilaku-prilaku orang-orang terdahulu,satu jengkal demi satu jengkal, satu siku demi satu siku, hingga jika masuk ke lubang biawak-pun,kalian akan mengikuti mereka. Kami berkata : Ya Rasulallah apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani?. Beliau bersabda: Siapa lagi?
Ketika menjelaskan hadits ini, Ibnu Katsir berkata:Maksud dari pemberitaan akan adanya berbagai perkataan dan perbuatan yang menyerupai ahlil kitab yang di larang dalam hadits ini adalah Allah dan Rasul-Nya melarang dari menyerupai perkataan dan perbuatan mereka. Bahkan meski maksudnya baik sekalipun, namun karena perbuatannya menyerupai perbuatan mereka maka tetap dilarang. (Al-Bidayah wa al-Nihayah: 2:142).

Abi Hurairah menuturkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَأْخُذَ أُمَّتِي مَا أَخَذَ الأُمَمَ وَالْقُرُونَ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمَا فَعَلَتْ فَارِسُ وَالرُّومُ قَالَ: وَهَلْ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ؟
Tidak akan berdiri kiamat hingga Umatku mengambil apa yang telah diambil oleh umat-umat dan generasi terdahulu,satu jengkal demi satu jengkal,satu hasta demi satu hasta.Para Sahabat berkata : Apakah seperi yang dilakukan oleh Bangsa Persian dan Romawi,ya Rasulallah?.
Beliau menjawab: siapa lagi kalau bukan mereka.(HR.Ahmad)
Keempat, Ikut serta dan mengucapkan selamat pada hari raya agama lain berarti sama dengan membenarkan perbuatan dan keyakinan kufur. Paling tidak orang yang mengucapkan selamat dan ikut serta akan terjerumus pada perbuatan yang haram,yaitu membiarkan terjadinya kebatilan. Imam Ibnul Qayyim dalam ahkam ahli al-dzimmah juz 1 hal 441 berkata: “mengucapkan selamat pada syiar-syiar yang merupakan ciri khas agama selain Islam, hukumnya haram berdasarkan kesepakatan para Ulama. Seperti mengucapkan selamat pada hari raya dan hari berpuasa mereka dengan ungkapan “ Ied Mubarok” atau “selamat hari raya” dan ungkapan serupa. Dengan perbuatan seperti ini, bisa saja seorang muslim terbebas dari kekufuran namun ia minimal akan terjerumus pada keharaman. Dengan mengatakan selamat hari raya seperti itu, ia sama seperti orang yang mengucapkan selamat kepada kaum kafir yang menyembah salib. Bahkan mengucapakn selamat pada hari raya kaum kafir dosanya lebih besar di sisi Allah dibanding dengan mengucapkan selamat pada orang yang sedang meminum khamr,membunuh atau melakukan keharaman”.

Dalil kelima,hadits Rasul yang melarang melakukan penyembelihan di tempat yang biasa digunakan merayakan hari raya agama selain Islam.
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang berkata di hadapan Nabi SAW: “ Aku telah bernadzar akan menyembelih unta di Buawanah (nama tempat di dekat Makkah). Kemudian Rasulullah bertanya: apakah di tempat itu ada berhala yang biasa di sembah-sembah?, apakah di sana suka ada perayaan hari raya mereka?. Laki-laki itu menjawab: tidak. Maka Rasul bersabda” Penuhilah nadzarmu. HR. Abu Daud.

Dalam hadits ini Rasul memerintahkan pemenuhan nazar dengan syarat “Tidak boleh dilakukan di tempat yang di sana ada bekas ibadah pemeluk agama selain Islam, seperti hari raya dan berhala. Hal ini mengandung arti ketidakbolehan mengadakan hari raya atau melaksanakan syiar agama di tempat yang biasa dijadikan tempat hari raya atau tempat penyembahan berhala. Laki-laki dalam hadits tersebut, tidak merayakan dan ikut serta pada hari raya tertentu, ia juga tidak mengucapkan selamat kepada pemeluk agama selain Islam terkait dengan hari raya,ia hanya akan melakukan salah satu syiar dan ibadah yang disyariatkan yaitu memenuhi nazar. Namun Rasul melarangnya memenuhi nazar di tempat yang ada bekas ibadah atau biasa dijadikan tempat hari raya oleh pemeluk agama selain Islam. Apa yang terjadi saat ini?. Kita melihat betapa banyak kaum muslim yang terlibat dalam perayaan hari raya kaum kafir dan mengucapkan selamat kepada mereka di hari rayanya. Mana dosanya yang lebih besar?. Laki-laki di zaman Rasul saja dilarang melakukan pemenuhan nazar jika dilakukan ditempat hari raya dan temat penyembahan berhala, padahal maksudnya adalah beribadh kepada Allah dengan menunaikan nazar. Maka keikutsertaan kaum muslim dalam perayaan suatu hari raya selain Islam dosanya jauh lebih besar lagi. Naudzubillah.

Kesimpulannya. Haram hukumnya ikut serta dalam perayaan hari raya agama selain Islam,seperti “Natalan dan Tahunbaruan,dengan cara apapun dan dengan niat apapun. Begitu juga mengucakan selamat hari raya kepada pemeluk agama selain Islam. Wallahu A’lamu Bis Shawab

Posted in tsaqofah | No Comments »

Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia

Posted by kumpay on Januari 2nd, 2010

Oleh Umar Abdullah*

Perayaan Tahun baru adalah suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Bangsa-bangsa atau umat yang mempunyai kalender tahunan biasanya mempunyai perayaan tahun baru. Tapi apakah semua umat merayakan tahun barunya? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, kami berusaha menelusuri kembali sejarah perayaan tahun baru berbagai bangsa dan umat di dunia serta hukum merayakannya bagi kaum muslimin.

Perayaan Tahun Baru Umat Yahudi

Agama dan Umat Yahudi merayakan Tahun Baru mereka tidak pada hari ke-1 bulan ke-1 Kalender Ibrani (bulan Nisan), tetapi pada hari ke-1 bulan ke-7 Kalendar Ibrani (bulan Tishrei). Umat Yahudi menyebut Perayaan Tahun Baru mereka dengan nama Rosh Hashanah, yang berarti “Kepala Tahun”.

Rosh Hashanah ini digunakan umat Yahudi untuk memperingati penciptaan dunia seperti yang ditulis dalam kitab mereka. Mereka merayakannya dengan cara berdoa di sinagog, mendengar bunyi shofar (tanduk). Menyediakan makanan pesta berupa roti challah yang bundar dan apel yang dicelupkan ke dalam madu, juga kepala ikan dan buah delima. Buah-buahan baru disajikan pada malam kedua. Pada Perayaan Tahun Baru ini mereka beristirahat dari aktivitas kerja.

Jika memakai kalender Gregorian (Kalender Masehi), Tahun Baru Yahudi ini dirayakan pada bulan September. Misalnya tahun 2008 M Rosh Hashanah jatuh pada 29 September 2008. Tanggal itu ekivalen dengan tanggal 1 Tishrei 5769 AM (Anno Mundi). Anno Mundi adalah bahasa latin yang artinya “dalam hitungan tahun dunia”, disingkat A.M. karena orang Yahudi menganggap kalender mereka dimulai dari tanggal kelahiran Adam. Menurut perhitungan Kalender Ibrani, tanggal 1 bulan Tishrei tahun ke-1 AM adalah ekivalen dengan hari Senin, tanggal 7 Oktober tahun 3761 BCE dalam Kalender Julian (Kalender Romawi Kuno).

Ketika Panglima Pompey dari Kekaisaran Romawi Kuno menguasai Yerusalem pada tahun 63 SM, orang-orang Yahudi mulai mengikuti Kalender Julian (Kalender Bangsa Romawi yang menjajahnya). Dan setelah berdiri negara Israel pada tahun 1948 M, mulai tahun 1950an M Kalender Ibrani menurun penggunaannya dalam kehidupan bangsa Yahudi sekuler. Mereka lebih menyukai Kalender Gregorian untuk kehidupan pribadi dan kehidupan publik mereka. Dan sejak tahun 1980an, bangsa Yahudi sekuler justru mengadopsi kebiasaan Perayaan Tahun Baru Gregorian (Tahun Baru Masehi) yang biasanya dikenal dengan sebutan ”Sylvester Night” dengan berpesta pada malam 31 Desember hingga 1 Januari.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Cina

Bangsa Cina merayakan tahun baru mereka pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari) atau jika memakai kalender Gregorian tahun baru ini terletak antara 21 Januari hingga 20 Februari. Mereka menyebutnya dengan nama Imlek.

Perayaan ini dimulai di hari ke-1 bulan pertama (zh?ng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama). Malam Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Chúx? yang berarti “malam pergantian tahun”.

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Cina sangat beragam. Namun secara umum berisi perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Lampion merah digantung selama perayaan Tahun Baru Imlek sebagai makna keberuntungan. Selama perayaan tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat: “G?ngx? f?cái” yang artinya “selamat dan semoga banyak rejeki”.

Tahun Baru Imlek dirayakan oleh orang Tionghoa di Daratan Tiongkok, Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, Jepang (sebelum 1873), Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan tempat-tempat lain.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Persia

Orang Persia menamakan perayaan tahun baru mereka dengan nama Norouz. Norouz adalah perayaan (hari pertama) musim semi dan awal Kalender Persia. Orang Persia punya Kalender Persia yang didasarkan dari musim dan pergerakan matahari. Kata ”norouz” berasal dari bahasa Avesta yang berarti “hari baru”. Oleh bangsa Persia, hari ini dirayakan pada tanggal 21 Maret jika memakai Kalender Gregorian..

Sejak Kekaisaran Dinasti Arsacid/ Parthian, yang memerintah Iran pada 248 SM-224 M, Norouz dijadikan hari libur. Mereka merayakannya dengan mempersembahkan hadiah telur sebagai lambang produktivitas.

Perayaan ini dilakukan oleh orang-orang yang terpengaruh Zoroastirianisme yang tersebar di Iran, Iraq, Afganistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Kurdistan, Pakistan, Kashmir, beberapa tempat di India, Syria, Kurdi, Turki, Armenia, Caucasus, Crimea, Georgia, Azerbaijan, Macedonia, Bosnia, Kosovo, dan Albania.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Romawi KUNO

Sejak Abad ke-7 SM bangsa romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali revisi. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.

Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian . Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli). Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.

Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru. Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua Senat dapat berkumpul untuk memilih Konsul. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.

Orang Romawi merayakan Tahun Baru dengan cara saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus. Mereka juga mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

PERAYAAN TAHUN BARU UMAT Kristen

Sejak Konstantinus yang Agung menduduki tahta Kaisar Romawi tahun 312 M, Kristen menjadi agama yang legal di Kekaisaran Romawi Kuno. Bahkan tanggal 27 Februari 380 M Kaisar Theodosius mengeluarkan sebuah maklumat, De Fide Catolica, di Tesalonika, yang dipublikasikan di Konstantinopel, yang menyatakan bahwa Kristen sebagai agama negara Kekaisaran Romawi Kuno. Di Abad-abab Pertengahan (middle ages), abad ke-5 hingga abad ke-15 M, Kristen memegang peranan dominan di Kekaisaran Romawi hingga ke negara-negara Eropa lainnya.

Berdasarkan keputusan Konsili Tours tahun 567 umat Kristen ikut merayakan Tahun Baru dan mereka mengadakan puasa khusus serta ekaristi. Kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, yakni hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru.

Umat Kristen menggunakan Kalender yang dinamakan Kalender Masehi. Mereka menggunakan penghitungan tahun dan bulan Kalender Julian, namun menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1 Masehi), walaupun sejarah menempatkan kelahiran Yesus pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.

Setelah meninggalkan Abad-abad Pertengahan, pada tahun 1582 M Kalender Julian diganti dengan Kalender Gregorian. Dinamakan Gregorian karena Dekrit rekomendasinya dikeluarkan oleh Paus Gregorius XIII. Dekrit ini disahkan pada tanggal 24 Februari 1582 M. Isinya antara lain tentang koreksi daur tahun kabisat dan pengurangan 10 hari dari kalender Julian. Sehingga setelah tanggal 4 Oktober 1582 Kalender Julian, esoknya adalah tanggal 15 Oktober 1582 Kalender Gregorian. Tanggal 5 hingga 14 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam sejarah Kalender Gregorian. Sejak saat itu, titik balik surya bisa kembali ditandai dengan tanggal 21 Maret tiap tahun, dan tabel bulan purnama yang baru disahkan untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia.

Pada mulanya kaum protestant tidak menyetujui reformasi Gregorian ini. Baru pada abad berikutnya kalender itu diikuti. Dalam tubuh Katolik sendiri, kalangan gereja ortodox juga bersikeras untuk tetap mengikuti Kalender Julian sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru mereka berbeda dengan gereja Katolik Roma.

Pada tahun 1582 M Paus Gregorius XIII juga mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Hingga kini, Umat Kristen di seluruh dunia merayakan Tahun Baru mereka pada tanggal 1 Januari.

PERAYAAN TAHUN BARU UMAT Islam

Tidak seperti bangsa dan umat terdahulu, Islam tidak merayakan tahun baru. Rasulullah Muhammad saw bahkan melarang meniru (tasyabbuh) budaya bangsa dan umat sebelum datangnya Islam seperti Umat Yahudi, Bangsa Romawi, Bangsa Persia, dan Umat Nasrani yang merayakan Tahun Baru mereka. Rasulullah saw bersabda:

Man tasyabbaHa bi qaumin faHuwa minHum.

Artinya: Siapa saja yang menyerupai suatu kaum/ bangsa maka dia termasuk salah seorang dari mereka. (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

Dan khusus tentang hari raya, Rasulullah saw membatasi hari raya umat Islam hanya pada Idul Adhha dan Idul Fithri, lain itu tidak. Rasulullah saw bersabda:

Kullu ummatin iidan. Wa haadzihi iidunaa: iidul adhhaa dan iidul fithri

Artinya: Setiap ummat punya hari raya. Dan inilah hari raya kita: Idul Adhha dan Idul Fithri.

Ketika Rasulullah saw masih hidup (570 – 632 M), Umat Islam menggunakan sistem penanggalan Arab pra-Islam. Sistem kalender ini berbasis campuran antara bulan (qomariyah) dan matahari (syamsiyah).

Setelah Khilafah Islam berhasil menaklukkan Kekaisaran Persia untuk selamanya dan membebaskan Wilayah Syam dari Kekaisaran Romawi Timur, pada tahun 17 H atau ekivalen dengan 638 M, di masa pemerintahan Amirul Mu`minin ‘Umar bin Khaththab diresmikanlah penggunaan Kalender Hijriyah. Dinamakan Kalender Hijriyah karena ‘Umar menetapkan awal patokan penanggalan Islam ini adalah tahun hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M. Hijrahnya Rasulullah saw tersebut adalah pertolongan Allah yang membuat perubahan besar pada perkembangan Islam. Sejak hijrah ke Madinah mulailah terbentuk Negara Islam dan Umat Islam.

Kalender Hijriyah dihitung dengan pergerakan bulan. Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtima’). Setahun terdiri dari 12 bulan: Muharram, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Satu minggu terdiri dari 7 hari: al-Ahad, al-Itsnayn, ats-Tsalaatsa’ , al-Arba’aa / ar-Raabi’, al-Kamsatun, al-Jumu’ah (Jumat), dan as-Sabat. Ketika melakukan perjalanan ke Syam, Amirul Mu’minin Umar bin Khaththab sempat membandingkan kalendar Hijriyah dengan kalendar-kalendar Persia dan Romawi. Umar berkesimpulan bahwa kalendar Hijriyah lebih baik.

Walaupun Kalender Hijriyah telah dipakai resmi di masa pemerintahan Amirul Mu`minin Umar bin Khaththab, namun para sahabat di masa itu tidak berpikir untuk merayakan 1 Muharram (awal tahun Hijriyah) sebagai Perayaan Tahun Baru Islam. Mereka berkonsentrasi penuh untuk mengokohkan penegakkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Mereka tidak pernah berpikir untuk mengadakan perayaan yang tidak disyariatkan oleh Islam dan tidak dilakukan oleh Rasululah saw. Yang demikian itu terus berlanjut pada masa kekhilafahan Bani Umayyah dan sebagian besar masa Kekhilafahan Bani Abbasiyah. Bahkan hingga masa negara Buwaihiyah, negara syi’ah yang memisahkan diri dari daulah Islamiyah Abbasiyah, negara syi’ah ini pun tidak pernah berpikir untuk menambah-nambah perayaan yang tidak diteladankan Rasulullah saw.

Karena memuliakan Islam bukan dengan cara membuat perayaan tahun baru hijriyah, tetapi dengan mengikuti sunnah nabi, berpegang teguh pada ajaran-ajarannya, dan menjadikannya dasar hukum dan petunjuk untuk menjalani kehidupan.

Sayangnya, pada abad ke-4 H kaum Syiah kelompok al-‘Ubadiyyun dari sekte Ismailiyah yang lebih dikenal dengan kaum Fathimiyun membuat hari raya tahun baru hijriyah. Kelompok ini mendirikan negara di Mesir yang terpisah dari Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Mereka ingin meniru apa yang ada pada umat Nasrani yang merayakan tahun baru mereka. Maka benarlah sabda Rasulullah saw

Akan datang suatu masa dimana kalian akan mengikuti cara hidup bangsa-bangsa sebelum kalian. Sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta. Sampai ketika mereka masuk ke lubang biawak, kalian pun ikut memasukinya. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?”

Dalam hadits lain: Para sahabat bertanya, “apakah mereka Romawi dan Pers?” Rasulullah menjawab, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?”

Sejak saat itu Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam. Termasuk umat Islam di Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai Sunni, juga ikut-ikutan merayakan Tahun Baru Hijriyah yang direkayasa oleh kaum Syiah Ismailiyah yang telah murtad itu. Adapun pemerintah yang berkuasa di Indonesia lebih parah lagi, ikut merayakan Tahun Baru Masehi tanggal 1 Januari karena mengadopsi kalender Gregorian. Dan ternyata tidak hanya perayaan tahun baru yang ditiru dari bangsa dan umat selain Islam, tetapi juga dalam keyakinan, perilaku, budaya, sistem hukum dan pemerintahannya pun meniru bangsa dan umat selain Islam.

PERAYAAN TAHUN BARU KAUM SEKULER

Mengikuti budaya Romawi dan Kristen, di Era Sekuler Negara-negara Barat merayakan Tahun Baru tanggal 1 Januari. Tahun 1752 Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan kalender Gregorian.

Di Inggris, Untuk merayakan Tahun Baru para suami memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

Di Amerika serikat, Tahun Baru dijadikan sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember. Orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, dimana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan, orang-orang meneriakkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne. Esok harinya, tanggal 1 Januari, orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi yang berisi Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba-lomba futbol Amerika dilangsungkan di berbagai kota di Amerika.

Ya Allah semoga penyampaian sejarah ini bisa membuka mata dan hati kami semua. Amin.

Sumber Bacaan:

1. 100 Tokoh Paling Berpengaruh Sepanjang Masa. Michael H. Hart. Karisma Publishing Group
2. Umar bin Khaththab. Muhammad Husain Haekal. Litera Antar Nusa.
3. Engkaulah Rasul Panutan Kami. Abdurrahman al-Baghdadiy. Al-Azhar Press.
4. www.wikipedia.org
5. Situs Pusat Informasi Kedutaan Amerika
6. Kamus Sejarah Gereja. F.D. Wellem. BPK Gunung Mulia

* Penulis Naskah VCD Sejarah Kapitalisme, The Satanic Ideology dan VCD Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah.

Posted in tsaqofah | No Comments »

Seminar Nabi Isa dalam Persepektif Islam dan Kristen

Posted by kumpay on Desember 26th, 2009

Seminar Bersama Thufail Al Ghifari (Vokalis The Roots Of Madinah/mualaf sejak 2001) dan DR. Adian Husaini (Aktivis INSIST & Anggota Majelis Ulama Indonesia)

Tema : Nabi Isa dalam Persepektif Islam dan Kristen

Hari Senin Tanggal 28 Desember 2009 pukul 12.30-15.30

Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kontak person : muan (08568355737)

Posted in Event | No Comments »

Russian social networking

Posted by kumpay on Desember 12th, 2009

Vorwerk Kobold adalah situs jejaring sosial baru dari Rusia yang mengklaim sebagai jaringan eksklusif untuk pelajar dan alumni dari universitas dan sekolah tinggi terbaik dunia.

Berikut cara daftar/registrasi:
1. Silahkan mendaftar di link ini
Isi data Anda dengan benar.

2. pastikan HP anda Aktif, Anda Harus mengisi no telpon dengan benar, misal nomor kita 08121432xxx, maka akan ditulis 628121432xxx. tunggu sekitar 5-10 menit akan ada sms berisi 5 digit kode angka yang akan kita masukkan untuk verifikasi pendaftaran.

3. Periksa email Anda, biasanya akan menunggu sekitar 1-5 menit, setelah dibuka, klik link konfirmasi yang ada disana.

4. Nah sekarang Anda sudah terhubung, selanjutnya Anda harus melengkapi data diri, terutama NAMA san ALAMAT harus benar untuk pengiriman hadiah dan Anda WAJIB MENGUPLOAD FOTO dan MENGISI DATA PENDIDIKAN ANDA.

Posted in review | No Comments »

Twitter ala Indonesia

Posted by kumpay on Desember 5th, 2009

Semakin maraknya situs jejaring yang bermunculan sampai kita dapat membuat sendiri situs microblogging seperti twitter salah satunya adalah dutablogger,situs ini ditujukan untuk menciptakan komunitas microblogging, apapun itu bentuknya :) . Seperti juga yang di tulis di situs resminya bahwa user yang register bisa mendapatkan nama unik yang akan mengarah ke situs pribadi user.

Situs ini menyediakan layanan microblogging layaknya Twitter atau shout post. Status up date yang anda tulis akan masuk di public time line, jadi jika anda belum punya teman siapapun, orang lain bisa melihat status anda. Dutablogger juga menyediakan fasilitas link (bukan shorten URL), upload foto, video, secara langsung jadi tidak usah menggunakan aplikasi pihak ketiga,
dan ternyata sudah tersedia juga versi mobile. Strategi yang cukup baik, mengingat aplikasi internet di handphone lewat java, hampir bisa ditemui di handphone keluaran terbaru.

Kekurangan dari DutaBlogger adalah tidak bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga hal ini berbeda dengan twitter yang dapat menggabungkan via facebook,rss feed,friend feed,squidoo,dan lain-lain. Meskipun begitu microblogging ini layak diacungi jempol karena para membernya yang aktif

Posted in review | 1 Comment »

Puasa Arafah

Posted by kumpay on Nopember 25th, 2009

Rasulullah SAW bersabda:
“Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid “.

So, bagi kita yang tidak mampu berpuasa 10 hari, berpuasalah 1 hari pada 9 zulhijjah tepatnya pada hari kamis ini., karena itu merupakan amalan yang dicintai Allah dan Rasull-Nya.

Posted in tsaqofah | No Comments »